logo
Silakan Login untuk berbelanja. jika anda belum terdaftar menjadi member , silahkan daftar terlebih dahulu

CHOCOLOVA

CHOCOLOVA
Penulis : KIMCHI FANFICTION
ISBN : 978-602-1371-64-0
Tebal : 257 Halaman
Harga :

Rp.45.000,00

Penerbit : Kalimaya Publishing


Sinopsis

Mengapa kita bertemu, bila akhirnya dipisahkan....

Mengapa kita berjumpa, bila akhirnya dijauhkan ....

Chocolova Cafe, bangunan bergaya klasik dengan cat golden brown yang hangat. Berdiri kokoh di pertigaan jalan St. Bernadeth, Milan. Lana menganggapnya sebagai cafe yang mirip aquarium, di mana para pejalan kaki bisa melihat para pengunjung dari luar cafe melalui kaca-kaca bening di dinding yang menghadap pertigaan.

Ini hari ke empat belas setelah dia memutuskan cuti kuliah, karena masalah berat yang menderanya. Ia hanya menghabiskan waktu untuk duduk di Chocolova, memesan cokelat hangat menu andalan cafe tersebut, duduk di pojokan dekat jendela yang mengarah taman, lalu diam sampai matahari redup dan lampu hiasan pada jendela kaca berkerlipan menyala.

Sepasang pengunjung masuk, membuat lonceng kecil di atas pintu bergemerincing. Mengagetkan Lana. Dia menatap sejenak pria bersetelan rapi yang menggandeng wanita cantik berambut burnet. Lalu kembali menatapi bunga-bunga yang baru mulai tumbuh bersemi di taman.

Sisa endapan salju masih ada yang bersembunyi di antara batang pohon, meninggalkan hawa dingin. Seperti bibir tipis Lana yang tetap kaku membeku. Ia menarik diri dari hidupnya yang menyenangkan, diam-diam dia juga menjaga jarak dengan semua sahabatnya. Semua karena sesuatu yang merenggut hidupnya begitu saja.

Sudah satu setengah jam Lana duduk di kursi kulit berwarna marun yang empuk nan hangat. Cangkir cokelatnya sudah dingin. Namun tetap tak tersentuh. Manik mata Lana menatap lurus ke benda keramik yang terdiam di atas meja. Seolah menemaninya dalam kebisuan.

"Hey, apa ada sesuatu yang mengganggumu?" suara ramah seseorang terdengar menyapa telinga Lana. Ia melepaskan pandangan dari cangkir, mencari sumber suara yang mengusiknya.

Pemuda dengan celemek putih tersenyum padanya, "Tidak, tidak ada." Lana kembali terdiam, meskipun ia tidak lagi menatapi cangkir. Sekarang ia lebihâ??pura-puraâ??tertarik dengan perosotan taman yang penuh oleh anak-anak.

 



Review