logo
Silakan Login untuk berbelanja. jika anda belum terdaftar menjadi member , silahkan daftar terlebih dahulu

PEMUDA TANDA TANYA

PEMUDA TANDA TANYA
Penulis : Reza Nuufa, Lilo Rohili dkk
ISBN : 978-602-7692-55-8
Tebal : 256 Halaman
Harga :

Rp.45.000,00

Penerbit : AG Litera


Di sana, di sebuah kamar gelap dengan gorden yang jarang terbuka itu pernah hidup seorang pemuda pendiam.  Dengan perawakan kurus, dia keluar di saat orang lain berdiam diri dalam rumah. Jika hujan turun, jendela kamarnya terbuka, percik air dibiarkan menyentuh telapak tangannya yang menjulur keluar. Saat jingga senja menjilat-jilat jendela, dia membuka gordennya, lalu dari kaca yang agak buram, kulihat ia tersenyum. Dan ketika purnama membulat besar mengalahkan cahaya lampu jalan,  jendelanya terbuka lagi. Dari sela gorden yang tertiup angin, wajahnya menatap kesyahduan malam.
Pada malam hari yang tak pasti, aku kadang mengikutinya berjalan menyusuri komplek dan jalan-jalan kecil. Dia duduk di alun-alun kota. Tepatnya di sudut tanpa penerangan, tempat muda mudi berkumpul dengan kopi di tengah-tengah mereka. Tetapi ia duduk sendiri, tak membaur dengan yang lainnya. Setelah beberapa menit, ia pun bangkit dan kembali menyusuri jalanan. Dia memungut remah bebatuan, lalu menggoreskannya pada aspal lengang, menulis sesuatu. Kuhampiri jejaknya.
Sebuah tanda tanya. Lagi. (Pemuda Tanda Tanya – Reza Nufa)
***
Apa rasanya ketika kau terjebak pada sebuah pertanyaan yang kau sendiri belum mengetahui apa jawabannya?
Berhari-hari, bahkan hingga kalender berganti tahun, kau masih terkurung pada sebuah rasa penasaran yang membuatmu sering sulit tidur. Apalagi itu tentang sosok seseorang yang tanpa sadar membersitkan perasaan lain di hatimu. Sebuah perasaan yang lebih dari sekadar kata penasaran.
Ingin menjadi bagian dari pencari jawaban atas rasa penasaran itu? Ikuti kisah selanjutnya dalam buku berjudul Pemuda Tanda Tanya ini. Dijamin, kau akan menemukan cerita kehidupan yang berpadu apik dengan budaya Lebak dan selalu memunculkan kekaguman di setiap kisahnya.



Review